Rabu, 05 April 2017

Laporan pemeriksaan logam berat pada makanan - PMM.A



LAPORAN PEMERIKSAAN LOGAM BERAT PADA MAKANAN
     



 OLEH 
                          Anisa pratiwi           :  PO7.14.221.151.005


      DOSEN PEMBIMBING PRAKTIKUM
        Khiki purnawati kasim, S.St.,M.Kes

   
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI D-IV



 .       A.  Latar Belakang

Logam secara alami terdapat di alam. Jumlahnya semakin meningkat dan mampu mencemari lingkungan dengan semakin meningkatnya proses indrustrialisasi yang tidak dapat dipungkiri pertkembangannya yang pesat.

Pemeriksaan logam berat pada makanan yaitu mengambil parameter Arsen (As) dan Timbal (Pb). Arsen (As) merupakan unsur yang melimpah secara alami dengan nomor atom 33, berat atom 74,92 g/mol, memiliki 2 bentuk padatan, yaitu kuning kehitaman dan abu-abu, termasuk dalam golongan semi-logam, dan mudah patah.sebagian besar arsen di alam merupakan bentuk senyawa dasar yang berpa substansi inorganic atau dapat larut dalam air atau berbentuk gas dan terpapar pada manusia.
Arsen (as) merupakan zat kimia yang ditemukan dalam lingkungan alam,teutama kerak bumi yang sering diklasifikasikan sebagai logam. Elemen yang mengandung arsen dalam jumlah sedikit atau komponen arsen organik (biasa ditemukan pada pasar produk laut seperti ikan laut atau sebagainya ) biasanya tidak beracun (tidak toksit). Logam arsen sebenarnya tidak beracun hanya saja bila dalam jumlah yang banyak dapat menjadi beracun.
Pb (timbal) merupakan logam yang sangat populer dan banyak di kenal oleh masyrakat awam. Hali ini di sebabkan oleh banyaknya pb yang digunakan di industri nonpangan dan paling banyak menimbulkan keracuan pada makhluk hidup. Pb adalah sejenis logam yang lunak dan berwarna cokelat kehitaman, serta mudah dimurnikan dari pertambangan. . Timbal yang berasal dari kegiatan manusia bahkan mampu mencapai jumlah 300 kali lebih banyak dibandingkan timbale alami.
Timbal adalah logam yang mendapatkan perhatian kerna bersifat toksit melalui komsumsi makanan,minuman, udara,air dan debu yang tercemar pb (timbal). Pencemaran pb berasal dari sumber alami maupun limbah aktivtas manusia dengan jumlah yang terus meningkat , baik di lingkungan air,udara,maupun darat.
      B.Tujuan
Untuk mengetahui kadar Arsen (as) dan pb (timbal) pada kukis,dan udang.
        C.    Cara kerja :
1.      Arsen
-          Alat  :
Gelas ukur
Erlenmeyer
Arsenic test
Kertas arsenates
Botol arsenates
Timbangan digital
Gelas ukur 5 ml
Mortar dan pastle

-          Bahan
Sampel udang
Aquades
Arsenic test  :  Reagen arsen (1)
                               Reagen arsen (2)

-          Cara kerja :
1.      Timbang sampel udang sebanyak 10 gr
2.      Ambil aquades di simpan pada gelas ukur 50 ml
3.      Kemudian haluskan sampel udang dengan menggunakan mortal dan pastle,berikan aquades sedikit demi sedikit hingga halus,tambahkan aqudest sebanyak 50 ml dan haluskan sampai halus secara merata.
4.      Setelah halus masukkan kembali pada gelas ukur sebanyak 50 ml, kemudian masukkan ke gelas ukur yang berukuran 5 ml.
5.       setelah itu masukkan ke botol arsenic test
6.      Masukkan bubuk reagen arsen (1) dan arsen (2) masing – masing 1 sendok, kemudian homogenkan.
7.      Masukkan kertas arsenic test pada botol arsenic test dan diamkan selama 20 menit.
8.      Setelah 20 menit , baca hasilnya.


2.      Pb (timbal)
-          Alat
Gelas ukur
Erlenmeyer
Timbangan digital
Spectroquant nova 60
Gelas ukur 5 ml
Mortal dan pastle

-          Bahan
Kukis
Aquades
Reagen pb

-          Cara kerja :
1.      Timbang kukis sebanyak 10 gr
2.      Ambil aqudest sebanyak 50 ml ke dalam gelas ukur
3.      Kemudian haluskan sampel dengan menggunakan mortal dan pastle
4.      Berikan aquades sedikit demi sedikit sebanyak 50 ml hingga halus
5.      Masukkan sampel kukis sebanyak 5 ml dan simpan kembali ke dalam gelas ukur 50 ml dan di aduk.
6.      Kemudian reagen pb sebanyak 3 tetes dan masukkan sampel pada Spectroquant nova 60
7.      Baca hasil.

       D. Hasil dan Analisa Hasil

           1.       Arsen (As)
Nama Pengambil         : Yosi Anjas Ningrum
Sampel                         : Udang
Tempat/asal                 : Pannampu (Pelelongan ikan/laut)
Tanggal/waktu             : 2 April 2017/18.30 WITA
Tujuan                          : Pemeriksaan kadar Arsen (As)
Jumlah/hasil pemeriksaan As  : 1,476 mg/l x 5 (pengenceran) = 7,38 mg/l
2           2.    Timbal (Pb) 
               Nama Pengambil         : Yosi Anjas Ningrum
               Sampel                         : Kue kukis
               Tempat/asal                 : Pannampu (sekitar pasar)
               Tanggal/waktu             : 3 April 2017/06.30 WITA
               Tujuan                         : Pemeriksaan kadar Timbal (Pb) 
               Jumlah/hasil pemeriksaan As  : 0,02 mg/l.


                    Analisa Hasil


1.      Pemeriksaan kadar arsen pada sampel udang yang merupakan biota laut. Terdeteksi ada kandungan arsen sekitar 0,02 mg/l menggunakan metode pemeriksaaan Arsenic Test dengan reagen bubuk yaitu As (1) dan As (2). Kadar arsen yang terdeteksi pada sampel udang dipengaruhi oleh tingkat pencemaran pada sumber, tempat hidup, atau perairannya. Di sekitar tempat atau lokasi sampelterdapat industry perkapalan. Pencemaran As di lingkungan dikarenakan meningkatnya pelaburan berbagai jenis logam emisi dari pembakaran arang untuk menghasilkan energi, sedangkan yang lainnya berasal aktivitas manusia, antara lain dari kegiatan industri. Sedangkan faktor yang kedua adalah sampel udang terkontaminasi oleh arsen pada saat proses bongkar muat atau perpindahan dari satu tempat ketempat yang lain.



2.      Timbal (Pb)
Pemeriksaan kadar timbal pada sampel kue kukis. Terdeteksi adanya kandungan timbal yaitu sekitar 0,02 mg/l menggunakan metode atau alat Spectroquant Nova dengan penambahan reagen Pb pada sampel yang sudah melalui proses pengenceran sebanyak 5 kali. Terdeteksinya kadar timbal pada makanan dipengaruhi oleh faktor lokasi atau tempat dijualnya sampel kue kukis yaitu di pasar dengan padatnya orang yang berlalu lalang/ aktivitas manusia yang dapat menjadi salah satu pencemar timbal. Percepatan pertumbuhan sektor transportasi, kepadatan lalu lintas lintas serta tingginya volume kendaraan bisa menyebabkan kendaraan.


E.      Kesimpulan

       Dari hasil praktiktikum yang kami lakukan pada pemeriksaan arsen (As) dan Pb (timbal),       kelompok kami mendapatkan hasil pada kadar arsen pada sampel udang yang merupakan biota laut. Terdeteksi ada kandungan arsen sekitar 0,02 mg/l menggunakan metode pemeriksaaan Arsenic Test dengan reagen bubuk yaitu As (1) dan As (2). Dan Pemeriksaan kadar timbal pada sampel kue kukis. Terdeteksi adanya kandungan timbal yaitu sekitar 0,02 mg/l menggunakan metode atau alat Spectroquant Nova dengan penambahan reagen Pb pada sampel yang sudah melalui proses pengenceran sebanyak 5 kali.


Pemeriksaan alat usap makan

      LAPORAN PEMERIKSAAN CONTOH USAP MAKAN           OLEH                             Anisa pratiwi           :  PO7.14...