LAPORAN
PEMERIKSAAN LOGAM BERAT PADA MAKANAN
OLEH
Anisa pratiwi : PO7.14.221.151.005
DOSEN PEMBIMBING PRAKTIKUM
Khiki purnawati kasim, S.St.,M.Kes
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK
INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI D-IV
. A. Latar
Belakang
Logam secara alami terdapat
di alam. Jumlahnya semakin meningkat dan mampu mencemari lingkungan dengan
semakin meningkatnya proses indrustrialisasi yang tidak dapat dipungkiri
pertkembangannya yang pesat.
Pemeriksaan logam berat pada
makanan yaitu mengambil parameter Arsen (As) dan Timbal (Pb). Arsen (As)
merupakan unsur yang melimpah secara alami dengan nomor atom 33, berat atom
74,92 g/mol, memiliki 2 bentuk padatan, yaitu kuning kehitaman dan abu-abu,
termasuk dalam golongan semi-logam, dan mudah patah.sebagian besar arsen di
alam merupakan bentuk senyawa dasar yang berpa substansi inorganic atau dapat
larut dalam air atau berbentuk gas dan terpapar pada manusia.
Arsen (as) merupakan zat
kimia yang ditemukan dalam lingkungan alam,teutama kerak bumi yang sering
diklasifikasikan sebagai logam. Elemen yang mengandung arsen dalam jumlah
sedikit atau komponen arsen organik (biasa ditemukan pada pasar produk laut
seperti ikan laut atau sebagainya ) biasanya tidak beracun (tidak toksit).
Logam arsen sebenarnya tidak beracun hanya saja bila dalam jumlah yang banyak
dapat menjadi beracun.
Pb (timbal) merupakan
logam yang sangat populer dan banyak di kenal oleh masyrakat awam. Hali ini di
sebabkan oleh banyaknya pb yang digunakan di industri nonpangan dan paling
banyak menimbulkan keracuan pada makhluk hidup. Pb adalah sejenis logam yang
lunak dan berwarna cokelat kehitaman, serta mudah dimurnikan dari pertambangan. . Timbal yang berasal dari kegiatan
manusia bahkan mampu mencapai jumlah 300 kali lebih banyak dibandingkan timbale
alami.
Timbal adalah logam yang
mendapatkan perhatian kerna bersifat toksit melalui komsumsi makanan,minuman,
udara,air dan debu yang tercemar pb (timbal). Pencemaran pb berasal dari sumber
alami maupun limbah aktivtas manusia dengan jumlah yang terus meningkat , baik
di lingkungan air,udara,maupun darat.
B.Tujuan
Untuk mengetahui kadar
Arsen (as) dan pb (timbal) pada kukis,dan udang.
C.
Cara kerja :
1. Arsen
-
Alat :
Gelas ukur
Erlenmeyer
Arsenic test
Kertas arsenates
Botol arsenates
Timbangan
digital
Gelas ukur 5 ml
Mortar dan
pastle
-
Bahan
Sampel udang
Aquades
Arsenic
test :
Reagen arsen (1)
Reagen arsen (2)
-
Cara kerja :
1. Timbang
sampel udang sebanyak 10 gr
2. Ambil
aquades di simpan pada gelas ukur 50 ml
3. Kemudian
haluskan sampel udang dengan menggunakan mortal dan pastle,berikan aquades
sedikit demi sedikit hingga halus,tambahkan aqudest sebanyak 50 ml dan haluskan
sampai halus secara merata.
4. Setelah
halus masukkan kembali pada gelas ukur sebanyak 50 ml, kemudian masukkan ke
gelas ukur yang berukuran 5 ml.
5. setelah itu masukkan ke botol arsenic test
6. Masukkan
bubuk reagen arsen (1) dan arsen (2) masing – masing 1 sendok, kemudian
homogenkan.
7. Masukkan
kertas arsenic test pada botol arsenic test dan diamkan selama 20 menit.
8. Setelah
20 menit , baca hasilnya.
2. Pb
(timbal)
-
Alat
Gelas ukur
Erlenmeyer
Timbangan
digital
Spectroquant
nova 60
Gelas ukur 5 ml
Mortal dan
pastle
-
Bahan
Kukis
Aquades
Reagen pb
-
Cara kerja :
1. Timbang
kukis sebanyak 10 gr
2. Ambil
aqudest sebanyak 50 ml ke dalam gelas ukur
3. Kemudian
haluskan sampel dengan menggunakan mortal dan pastle
4. Berikan
aquades sedikit demi sedikit sebanyak 50 ml hingga halus
5. Masukkan
sampel kukis sebanyak 5 ml dan simpan kembali ke dalam gelas ukur 50 ml dan di
aduk.
6. Kemudian
reagen pb sebanyak 3 tetes dan masukkan sampel pada Spectroquant nova 60
7. Baca
hasil.
D. Hasil dan Analisa Hasil
1.
Arsen
(As)
Nama Pengambil :
Yosi Anjas Ningrum
Sampel :
Udang
Tempat/asal :
Pannampu (Pelelongan ikan/laut)
Tanggal/waktu :
2 April 2017/18.30 WITA
Tujuan :
Pemeriksaan kadar Arsen (As)
Jumlah/hasil pemeriksaan As : 1,476 mg/l x 5 (pengenceran) = 7,38 mg/l
2 2.
Timbal
(Pb)
Nama Pengambil : Yosi Anjas
Ningrum
Sampel :
Kue kukis
Tempat/asal :
Pannampu (sekitar pasar)
Tanggal/waktu :
3 April 2017/06.30 WITA
Tujuan :
Pemeriksaan kadar Timbal (Pb)
Jumlah/hasil pemeriksaan As : 0,02 mg/l.
Analisa Hasil
1.
Pemeriksaan
kadar arsen pada sampel udang yang merupakan biota laut. Terdeteksi ada
kandungan arsen sekitar 0,02 mg/l menggunakan metode pemeriksaaan Arsenic Test
dengan reagen bubuk yaitu As (1) dan As (2). Kadar arsen yang terdeteksi pada
sampel udang dipengaruhi oleh tingkat pencemaran pada sumber, tempat hidup,
atau perairannya. Di sekitar tempat atau lokasi sampelterdapat industry
perkapalan. Pencemaran As di lingkungan
dikarenakan meningkatnya pelaburan berbagai jenis logam emisi dari pembakaran
arang untuk menghasilkan energi, sedangkan yang lainnya berasal aktivitas
manusia, antara lain dari kegiatan industri. Sedangkan faktor yang kedua adalah sampel udang
terkontaminasi oleh arsen pada saat proses bongkar muat atau perpindahan dari
satu tempat ketempat yang lain.
2.
Timbal
(Pb)
Pemeriksaan kadar timbal pada sampel kue kukis.
Terdeteksi adanya kandungan timbal yaitu sekitar 0,02 mg/l menggunakan metode
atau alat Spectroquant Nova dengan penambahan reagen Pb pada sampel yang sudah
melalui proses pengenceran sebanyak 5 kali. Terdeteksinya kadar timbal pada
makanan dipengaruhi oleh faktor lokasi atau tempat dijualnya sampel kue kukis
yaitu di pasar dengan padatnya orang yang berlalu lalang/ aktivitas manusia
yang dapat menjadi salah satu pencemar timbal. Percepatan pertumbuhan sektor transportasi, kepadatan lalu lintas lintas
serta tingginya volume kendaraan bisa menyebabkan kendaraan.
E.
Kesimpulan
Dari hasil praktiktikum yang kami lakukan pada
pemeriksaan arsen (As) dan Pb (timbal), kelompok kami mendapatkan hasil pada kadar arsen pada sampel udang yang merupakan biota
laut. Terdeteksi ada kandungan arsen sekitar 0,02 mg/l menggunakan metode pemeriksaaan
Arsenic Test dengan reagen bubuk yaitu As (1) dan As (2). Dan Pemeriksaan
kadar timbal pada sampel kue kukis. Terdeteksi adanya kandungan timbal yaitu
sekitar 0,02 mg/l menggunakan metode atau alat Spectroquant Nova dengan
penambahan reagen Pb pada sampel yang sudah melalui proses pengenceran sebanyak
5 kali.
Assalamualaikum....
BalasHapusMakasih contoh laporannya.. Sangat membantu sebagai referensi... 😀😀😀
contoh laporannya sangat membantu
BalasHapusLaporannya bagus
BalasHapusHaloo anisa pratiwi, kita sekelompok kan ? Mau nanya boleh yahh pada kadar berapa kah jumlah logam berat dapat membahayakan manusia ?
BalasHapusThank you
untuk referensi yang saya baca dan amati cukup memuaskan
BalasHapuskegiatan dari Industri perkapalan yang memungkinkan pencemaran arsen pada udang di pasar pannampu yang lebih spesifik apa saja?Indikator lalu lintas yang ramai apa saja?
BalasHapusindikator lalu lintas yang ramai seperti apa ? seperti pedagang yang menjual dagangannya di pinggir jalan , dan keadaan makanan atau sampel tersebut tidak tertutup yang memungkinkan pencemaran arsen pada udang
BalasHapus